Sekarang aku mengerti…

Wan Haswari Wan Ahmad

Sekarang aku mengerti ,,,

Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras.
Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu.
Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA

Namun tetap miskin juga. Tak perlu minder apalagi protes pada-NYA

Seorang anak bertanya kepada ibu dan bapaknya :
Ibu, bapak mengapa kita miskin?

Dengan tenang sang ibu berkata :

Nak, hidup ini seperti jalan² di Supermarket.

Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti,

Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.

Sementara kita tak mungkin membawa apa². Karena tak punya uang untuk membelinya.

Di pintu pembayaran kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja

Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang² kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang² kaya ditanya tentang…
Darimana hartanya mereka peroleh ?.
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?.

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban. Lebih enak bukan !.

Apakah engkau masih juga belum bisa menerimanya ?

Anakku,

Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin 😗

BERSABARLAH SEJENAK, kerana setelah KEM4TIAN, kemiskinan itu akan hilang…

BERPIKIRLAH POSITIF,

Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertaqwa

Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER

Kerana kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan H1nanya manusia.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Singkirkan rasa ir1 , cembuuru & buanglah tanda tanya,

Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SYURGA.

Menunggu kita Siap Menerimanya….

Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah.. Bahwa “sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda, melainkan pada ketenangan hati dan jiwa”.

Semoga yg bilang aamiin semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang Allah swt berikan.

Aamiiin ya rabbal’alamin

Baarokallahufiikum…

# Sumber sulit kami cari karena tulisan ini sudah viral dan boleh dibagikan tanpa ijin.

Kredit link; Wan Haswari Wan Ahmad

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*