Kisah Rindu Bilal Pada Rasulullah ﷺ

Rasulullah SAW memeluk Sayyiduna Bilal RA dari belakang dan bertanya : “Tahukah engkau siapa aku?”
Bilal berkata : “Abu Bakar? Umar atau Ali?” .
“Tidak tahukah engkau siapa aku ya Bilal?”
“Tentu saja aku tahu, Ya Rasulullah..
Aku sengaja tidak menebak secara benar sehingga punya waktu lebih lama merasakan pelukan engkau.”

Banyak kenangan Indah yang membuat Bilal pergi menjauhi Madinah ketika Nabi SAW di panggil ALLAH SWT. Bayangan Rasulullah dan para sahabat tercinta hadir dan membuatnya selalu rindu. Andai kita mengerti betapa sengsaranya menahan rindu kehilangan Kekasih, kita akan terseksa sepanjang siang, segelap malam.

Puluhan tahun kemudian, Sayyiduna Bilal RA nyaris tak sanggup menanggung rindu, siang malam dia memanggil : “Ya Rasulullah Muhammadan SAW..”
Hingga datang waktu yang dinanti, saat menjelang aj@l tiba, Sayyiduna Bilal RA berteriak : “Waa Farhataa (Duhai sungguh hari terindah)!

Istrinya menang1s dan berkata : “Waahuznaa (Betapa menyed1hkan)..”
Sayyiduna Bilal berkata : “Tenanglah, sebab besok adalah hari pertemuanku dengan Sayyiduna Muhammad ﷺ dan para sahabat.”

Kredit; Nur Jannatul Mohd Firdaus

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*